Oleh: rizky abrian | Agustus 29, 2017

tesis no 11.

kamu ini menulis seperti orang lelah.

kata salah satu temanku ketika memeriksa tulisanku, istilah kerennya Proof reading.

memang.

kalau memang dirunut, bukan bermaksud untuk membela atau mencari alasan.

dari semua teman sekelasku s2. belum ada satu temanku yang berhasil menyelesaikan tesis dengan kegiatan tiap harinya bekerja secara reguler. semua temanku yang lulus semuanya adalah orang yang tidak bekerja secara reguler.

dan itu yang masih bisa menjadi motivasiku. lulus s2 di salah satu kampus terbaik di indonesia sembari bekerja secara reguler.

tapi memang itu yang berat. menjaga ritme dan suasana pikiran supaya senantiasa ilmiah itu sangat susah. sepulang kerja dengan segala permasalahannya harus sesegera mungkin di geser, dan berpindah otak ke mode ilmiah, seorang peneliti yang membahas objek dengan tulisan yang jernih dan bernas.

berpindah mode otak. itulah hal tersulit yang saat ini harus dijalani.

tesisku saat ini sampai halaman 70. sedangkan batas minimal adalah 85 halaman. kuran g 15 halaman lagi menuju batas tapi sepertinya tesisku akan berakhir pada 95-100 halaman. itupun belum termasuk blablabla seperti lampiran, pengesahan dll.

rencanaku adalah menyelesaikan ini sampai bab terakhir serta merevisi kekurangan yang diminta dosbing 2. selain itu juga mendapatkan ide bagus dengan membuat FAQ, seagala macam pertanyaan yang mungkin muncul tentang tesisku yang nantinya ku bawa sendiri supaya ada persiapan menghadapi sidang.

hari ini, istriku sudah kelelahan dan kusuruh tidur. aku sebenarnya membutuhkan 3-7 hari yang bisa lepas dari segala urusan, dan menenggelamkan diri dalam tesis sampai tuntas.

tapi hidup harus memilih, terkadang merelakan.

merelakan mengerjakan tesis terpotong-potong, biarlah, yang penting selesai.

malam ini adalah malam ke 7 aku tidur diatas pukul 1 pagi. dan paginya bekerja seperti biasa.

dalam minggu ini bab 5 harus selesai. september harus maju sidang. apapun yang terjadi. kepompong ini harus segera pecah dan memunculkan diriku yang baru. lagi.

 

 

Iklan
Oleh: rizky abrian | Agustus 17, 2017

tesis no 10

masih di malam hari. 2 teman yang kemarin melekan di rumahku akhirnya sidang. dan aku sudah sampai pada bimbingan dengan dosbing kedua. kedua pembimbingku adalah orang pangkat di fakultas, dosen pembimbing 2 adalah kaprodi, dan dosen pembimbing satu, dekan.

hasil revisi dari bimbingan dengan dosbing 2 adalah.

kamu harus mencari perbedaan antara CDA Fairclough dan Van Dijk. aku tahu bahwa Fairclough lebih menekankan analisis ke praktik sosial, perubahan sosial, dan Van dijk ke kognisi sosial, serta beberapa teman linguistik memang bilang kalau van dijk lebih linguistik dan fairclough lebih ideologis. tapi aku harus mencari pernyataan atau kutipan yang jelas-jelas menyatakan itu. sementara aku baru dapat barbara stones discourse analysis.

kamu harus mempelajari tentang bahasa dan politik, wacana dan politik, dan media dan politik sehingga landasan filosofismu tentang theoritical framework jadi sangat kuat, sehingga piramida terbalikmu yang saat ini (menurutnya)masih separuh itu bisa benar-benar bagus.

rumusan masalahmu yang pertama “bagaimana konstruksi wacana jonru dalam esai mojok.co” terlalu luas, rumusan itulah yang nanti harus kamu pecah jadi sub-sub.

menjelaskan “ketidakberesan sosial”nya romo moko. istilah itu adalah khas dari romo moko hasil dari pembacaannya atas kerja fairclough. konsep ini yang harus dijelaskan di awal dengan contoh sehingga tidak menjadi “vague” dan rawan untuk didedeldiyel ketika sidang tesis nanti.

metode penelitian yang deskriptiv kualitatif mu bertentangan dengan metode analisis wacana KRITIS. kamu harus menjelaskan metode penelitian CDA dari Fairclough langsung aja.

well. waktu untuk membaca juga ga terlalu banyak. masih harus kerja, ya sudah sekarang fokus menyelesaikan bab 4 sub 1 dulu sampai selesai, kalau ada waktu bisa menyicil revisian. karena butuh mencari membaca dan menerjemahkan lagi. dan itu butuh waktu.

 

entah apakah dalam sebulan ini bisa selesai atau tidak. aku tetap mengerjakan saja.

Oleh: rizky abrian | Agustus 7, 2017

tesis no 9. season finale

well, tanggal 7 sudah selesai hari ini. kenapa tanggal 7? tanggal 7 adalah deadline terakhir menyerahkan turnitin setelah sebelumnya mendapat dispensasi 2 minggu untuk menyelesaikan tesis dan tidak perlu membayar spp.

selama 2 minggu aku dan beberapa pejuang lain (istri yang jurusan linguistik, dan 2 teman sekelasnya) berjuang untuk mengejar supaya tesis selesai dan bisa diserahkan untuk sidang. selama 2 minggu mereka mengerjakan. dan aku, yang baru bab 1,2,3 juga ikut melekan untuk menyelesaikan. setelah 2 minggu berempat stay di rumahku,hanya boleh tidur pada pukul2,3,4 pagi dan besoknya harus mengerjakan lagi. akhirnya mereka selesai. tinggal menyerahka ke dosen untuk direvisi dan disetujui.

dan akhirnya memang selesai. 2 dari 3 pejuang berhasil mendapat acc untuk turnitin. satu tertinggal. dia istriku. tesisnya selesai, pembimbing 1 acc, pembimbing 2 tidak. entah alasannya kenapa padahal tesis yang sudah selesai itu sudah ditunjukkan di depan mata. ya sedih, menangis akhirnya, setelah berjuang berhari hari dengan sedikit tidur dan gagal maju karena satu dosen tidak mau terburu-buru. hanya karena tidak mau terburu-buru tidak mau memberi tanda tangan. ya sudah.lah. at least tesisnya selesai. karena di awal mulainya challenge ini adalah selesai tesis, bukan maju sidang. kalau acc alhamdulilah, kalau tidak ya sudah, akhirnya kan sudah selesai. dan sore ini sesampainya di rumah, setelah seharian drama di kampus, hal pertama yang kita lakukan adalah tidur. tidur dan terbangun saat magrib, lalu jalan-jalan dan nonton dunkirk. sebenarnya mau nonton despicable atau dunkirk. mengembalikan semangat hidup dengan tertawa atau menghayati hidup melalui perjuangan-perjuangan. dan akhirnya kami memilih yang kedua, seperti kata dosen pembimbing 1 kepada istriku. ya sudah, semua ada hikmahnya, kalau memang ga bisa ngejar sidang minggu ini ya minggu depan.

itu cerita mereka 2 minggu ini, ceritaku, aku sudah cukup bersyukur tidak mengalami konflik dengan dosen pembimbing, seperti yang dialami beberapa temanku yang sampai perlu mengganti dosen pembimbing, dan aku diijinkan mengerjakan bab 4, bab 1 dan 2 sudah beres, bab 3 butuh revisi dan penambahan-penambahan. minggu ini aku mau mengerjakan sebagian bab 4 dan menyerahkan bab 1,2,3 yang sudah direvisi dari saran pembimbing 1 ke pembimbing 2.

sekarang tinggal fokus mengerjakan, fokus menjaga ritme dan malam ini mau celebrate dulu.

Oleh: rizky abrian | Agustus 3, 2017

tesis no 8

sejenis proofreading kecil dan sederhana untuk bab 1,2,3 sebelum maju besok ke pembimbing satu. saya baru sadar bahwa sebagian paragraf, kata temanku, seperti ditulis oleh orang yang sudah lelah dan jenuh. ya memang. sudah jenuh. tapi ketika saya didebat oleh teman, saya bisa menjelaskan tentang mengapa begini dan mengapa begitu.

ya, tesis adalah tes yang setara dengan momen ketika kamu kepergok selingkuh tapi kamu harus bisa bilang ” aku bisa jelaskan semuanya”.

Oleh: rizky abrian | Juli 27, 2017

tesis no.7

sudah lebih dari sehari saya tidak bercerita. saya sedang benar-benar menikmati ketika isi kepala hanya berisi tentang tesis, tesis, dan tesis. discourse, social reality, fairclough, dan blablabla lainnya.

teman saya sudah mengirim beberapa review setelah saya meminta untuk proof reading latar belakang. ada 3-4 point dan sudah saya revisi. saya tambahkan juga historiografi black campaign supaya “rasa s2” (begitu kata dosbing saya) kelihatan. total baru 11 halaman sebelum masuk ke rumusan masalah.

rumusan masalah dan tujuan dan manfaat tidak terlalu sulit untuk dibuat. sekarang saya harus merangkai kajian teori yang pas. disini saya sedang diuji. beberapa jurnal tentang discourse, tentang satir, tentang propaganda, tentang counter discourse telah dibaca dan saya ambil beberapa catatan penting dari masing-masing jurnal. bagian paling susah adalah bagaimana merangkai semua catatan penting itu menjadi sebuah theoretical framework yang kronologis dan sesuai.

saya ada beberapa point. point yang pasti adalah CDA. selanjutnya ada point seperti konstruksi wacana, ada wacana satir, ada counter discourse. inilah point yang harus saya rangkai menjadi sebuah teori yang sesuai dengan penelitian. setelah itu baru pindah ke metode penelitian.

di bab dua ini saya benar-benar tenggelam. hidup saya 50 persen saya atur autopilot, sisanya fokus pada merangkai benang kusut ini menjadi simpul yang berguna.

Oleh: rizky abrian | Juli 25, 2017

tesis no.6

hari ini rencana pertama saya menuju kampus setelah sekian bulan. tujuan pertama saya adalah perpustakaan. saya masih belum berani ke kampus FIB karena memang mentalnya belum siap.

sementara saya mau memaksimalkan bacaan saya tentang penelitian sebelum berani menulis lebih jauh tentang tesis. selain itu kemarin saya baca di situs perpustakaan kampus bahwa mahasiswa bisa mengurus cara mengakses jurnal internasional langsung dari laptop. ini bagus sekali supaya saya bisa dimanapun tetap belajar.

dan akhirnya setelah ke kampus, menuju ruang IT. saya dibantu mendaftar untuk mengubah pengaturan proxy supaya bisa mengakses jurnal. dan berhasil. setelah tahu laptop berhasil saya matikan untuk mencari tempat duduk dan mencoba fasilitas baru ini.

setelah dapat tempat duduk, siap untuk belajar. akhirnya saya hidupkan lagi laptop saya.

layarnya tidak menunjukkan respon apapun kecuali

please reconnect your device and reboot again

deg.

ini kenapa lagi, baru aja saya mengupgrade langkah untuk lebih dekat untuk menyelesaikan tesis, malah sekarang masalah baru muncul lagi. rasanya seperti main ular tangga. naik 10 langkah, mundur 17 langkah.

hmmmm. sabar, tenang.

akhirnya saya saat itu juga menuju hitech mall untuk memperbaiki. dan benar, ternyata laptop saya tidak terpasang dengan pas setelah diservis sebelumnya. banyak komponen yang lepas termasuk harddisk. kata tukang servisnya kerusakan seperti ini rawan sekali merusak motherboard dan hardisk karena guncangan berpotensi korslet.

kembali lagi pada perspektif melihat masalah. mungkin Allah sedang menyelamatkan saya dengan mengeluarkan 100 ribu dan 2 jam. daripada laptop benar-benar rusak dan hilang data keseluruhan.

tapi setelah diperbaiki, saya langsung ngebut dengan mencari jurnal yang sesuai sama tesisku. dan beberapa jam mencari. ada beberapa yang sesuai. salah satunya adalah

Satire as counterdiscourse:
Dissent,
cultural citizenship, and
youth culture in Morocco
Mohamed El Marzouki
Media School, Indiana University, Bloomington, USA

 

jurnal ini meneliti tentang bagaimana satir digunakan sebagai wacana perlawanan di maroko. 90 persen pas. dan sekarng saya sedang tenggelam di dalamnya.

oke mulai sekarang saya menamai tesis ini sebagai permainan ular tangga. semoga banyak tangganya. semoga cepat selesai.

Oleh: rizky abrian | Juli 24, 2017

tesis no.5

melanjutkan membaca norman fairclough discourse and social change. introduction dan bab 1 sudah selesai. isinya norman menjelaskan beberapa perpektif tentang wacana dari tokoh kedua pihak, yaitu linguistik dan kritis.

pertama kali membaca buku bahasa inggris, tidak seperti buku ini. dulu membaca buku sejarah pak riclefs. bacanya seperti baca buku cerita, enak, mengalir. kalau yang ini norman seperti peneliti yang sedang babat alas di sebuah hutan belantara bernama analisis wacana. membacanya perlu pelan-pelan karena banyak sekali kosakata baru seperti adequate , notion, enunciative, neglect dll. 

sekarang sudah mulai masuk chapter 2 yang membahas tentang fukoh (baca : Foucault). tentang bagaimana discourse dalam perspektif fokuh yang merupakan ilmuwan sosial. archeology, genealogy dan lain-lain. dan juga sudah mulai memikirkan bagaimana kerangka berpikir yang sesuai untuk dimasukkan di bab 2.

sudah tengah hari. waktunya dhuhuran, istirahat sebentar lalu berangkat kerja.

Oleh: rizky abrian | Juli 23, 2017

tesis no 4

kemarin cukup membahagiakan karena latar belakang sudah jadi dan sedang proses di revisi teman-teman. senin kalau memang sudah siap bisa diprint untuk di tawarkan ke dosen pembimbing untuk di revisi atau di beri saran.

selain itu saya sudah mulai menghabiskan 10 halaman buku norman fairclough, discourse and social change. versi bahasa inggris. sekarang saya mulai bisa memahami bacaan teori dalam bahasa inggris semenjak membaca jurnal dalam bahasa inggris. dalam 2 hari saya paksa membaca pelan-pelan dan sekarang sudah terbiasa seperti halnya membaca buku dalam bahasa indonesia. semoga saja ini bisa berdampak pada tes TOEFL ku nanti.

tapi sesuatu terjadi hari ini. entah ini saya harus menyikapinya dengan sedih atau bahagia, apakah ini hambatan atau malah kesempatan. saya berusaha memilih yang terakhir, pilihan yang menunjukkan optimisme. saya berharap ini memang skenario semesta yang melihat niatanku untuk menyelesaikan tesis sesegera mungkin. dan berusaha menghindarkan saya dari hal-hal yang mungkin menghambat saya menyelesaikan ini.

hal yang terjadi hari ini adalah , hapeku rusak dan tidak bisa digunakan sama sekali.

Oleh: rizky abrian | Juli 22, 2017

tesis no 3

oke, sekarang saya sudah menyelesaikan latar belakang. latar belakang saya lebih simpel dan kuantitasnya lebih sedikit dari latar belakang awal saya yang diobrak abrik dosen pembimbing. jujur memang latar belakang saya yang pertama seperti tulisan orang yang tersesat. objek formal, material, perspektif, signifikansi masalah saja masih bingung, apalagi menemukan ketidakberesan sosial.

saya lumayan berterimakasih sama teman saya yang memberitahukan saya untuk membaca bukunya romo moko (haryatmoko) tentang Analisis wacana kritis. beliau pakarnya karena saya juga tahu beliau lulusan kelas prancis yang merupakan tempatnya ngelmu AWK. beliau juga menjelaskan secara lebih sederhana, tapi tidak terlalu sederhana. cukuplah untuk tesis saya.

sekarang latar belakang saya sudah saya serahkan ke teman-teman saya dulu untuk di revisi sesuai dengan kemampuan mereka, yang bisa secara tata bahasa ya monggo, yang bisa secara substansi ya terimakasih. setelah di revisi 3-5 orang, baru saya agak berani untuk menghadap dosen pembimbing. ya semoga ini revisi latar belakang yang terakhir supaya bisa lanjut bab 2.

oke selamat malam minggu, saya mulai menikmati ritme tesis ini.

Oleh: rizky abrian | Juli 21, 2017

tesis no.2

setelah kembali mengumpulkan niat. sekarang saya sudah memulai lagi untuk latar belakang. dimulai dari awal, setelah membaca belasan jurnal saya mulai menulis lagi, lumayan dapat 5 lembar, tapi belum selesai. outline latar belakang yang dahulu saya gemukkan tulangnya dengan daging dari bacaan-bacaan jurnal dan buku dari haryatmoko. penelitian ini objek materialnya adalah teks media dari situs mojok dan objek formalnya awk (entah betul atau salah ini). ya udah nekat aja ditulis, kalau salah ulangi lagi. dan terus dan terus sampai selesai siksaan ini.

 

aku hanya ingin lulus, dan segera mengerjakan apa yang sudah melambai-lambai di depan.

Older Posts »

Kategori