Oleh: rizky abrian | Juli 25, 2017

tesis no.6

hari ini rencana pertama saya menuju kampus setelah sekian bulan. tujuan pertama saya adalah perpustakaan. saya masih belum berani ke kampus FIB karena memang mentalnya belum siap.

sementara saya mau memaksimalkan bacaan saya tentang penelitian sebelum berani menulis lebih jauh tentang tesis. selain itu kemarin saya baca di situs perpustakaan kampus bahwa mahasiswa bisa mengurus cara mengakses jurnal internasional langsung dari laptop. ini bagus sekali supaya saya bisa dimanapun tetap belajar.

dan akhirnya setelah ke kampus, menuju ruang IT. saya dibantu mendaftar untuk mengubah pengaturan proxy supaya bisa mengakses jurnal. dan berhasil. setelah tahu laptop berhasil saya matikan untuk mencari tempat duduk dan mencoba fasilitas baru ini.

setelah dapat tempat duduk, siap untuk belajar. akhirnya saya hidupkan lagi laptop saya.

layarnya tidak menunjukkan respon apapun kecuali

please reconnect your device and reboot again

deg.

ini kenapa lagi, baru aja saya mengupgrade langkah untuk lebih dekat untuk menyelesaikan tesis, malah sekarang masalah baru muncul lagi. rasanya seperti main ular tangga. naik 10 langkah, mundur 17 langkah.

hmmmm. sabar, tenang.

akhirnya saya saat itu juga menuju hitech mall untuk memperbaiki. dan benar, ternyata laptop saya tidak terpasang dengan pas setelah diservis sebelumnya. banyak komponen yang lepas termasuk harddisk. kata tukang servisnya kerusakan seperti ini rawan sekali merusak motherboard dan hardisk karena guncangan berpotensi korslet.

kembali lagi pada perspektif melihat masalah. mungkin Allah sedang menyelamatkan saya dengan mengeluarkan 100 ribu dan 2 jam. daripada laptop benar-benar rusak dan hilang data keseluruhan.

tapi setelah diperbaiki, saya langsung ngebut dengan mencari jurnal yang sesuai sama tesisku. dan beberapa jam mencari. ada beberapa yang sesuai. salah satunya adalah

Satire as counterdiscourse:
Dissent,
cultural citizenship, and
youth culture in Morocco
Mohamed El Marzouki
Media School, Indiana University, Bloomington, USA

 

jurnal ini meneliti tentang bagaimana satir digunakan sebagai wacana perlawanan di maroko. 90 persen pas. dan sekarng saya sedang tenggelam di dalamnya.

oke mulai sekarang saya menamai tesis ini sebagai permainan ular tangga. semoga banyak tangganya. semoga cepat selesai.

Oleh: rizky abrian | Juli 24, 2017

tesis no.5

melanjutkan membaca norman fairclough discourse and social change. introduction dan bab 1 sudah selesai. isinya norman menjelaskan beberapa perpektif tentang wacana dari tokoh kedua pihak, yaitu linguistik dan kritis.

pertama kali membaca buku bahasa inggris, tidak seperti buku ini. dulu membaca buku sejarah pak riclefs. bacanya seperti baca buku cerita, enak, mengalir. kalau yang ini norman seperti peneliti yang sedang babat alas di sebuah hutan belantara bernama analisis wacana. membacanya perlu pelan-pelan karena banyak sekali kosakata baru seperti adequate , notion, enunciative, neglect dll.ย 

sekarang sudah mulai masuk chapter 2 yang membahas tentang fukoh (baca : Foucault). tentang bagaimana discourse dalam perspektif fokuh yang merupakan ilmuwan sosial. archeology, genealogy dan lain-lain. dan juga sudah mulai memikirkan bagaimana kerangka berpikir yang sesuai untuk dimasukkan di bab 2.

sudah tengah hari. waktunya dhuhuran, istirahat sebentar lalu berangkat kerja.

Oleh: rizky abrian | Juli 23, 2017

tesis no 4

kemarin cukup membahagiakan karena latar belakang sudah jadi dan sedang proses di revisi teman-teman. senin kalau memang sudah siap bisa diprint untuk di tawarkan ke dosen pembimbing untuk di revisi atau di beri saran.

selain itu saya sudah mulai menghabiskan 10 halaman buku norman fairclough, discourse and social change. versi bahasa inggris. sekarang saya mulai bisa memahami bacaan teori dalam bahasa inggris semenjak membaca jurnal dalam bahasa inggris. dalam 2 hari saya paksa membaca pelan-pelan dan sekarang sudah terbiasa seperti halnya membaca buku dalam bahasa indonesia. semoga saja ini bisa berdampak pada tes TOEFL ku nanti.

tapi sesuatu terjadi hari ini. entah ini saya harus menyikapinya dengan sedih atau bahagia, apakah ini hambatan atau malah kesempatan. saya berusaha memilih yang terakhir, pilihan yang menunjukkan optimisme. saya berharap ini memang skenario semesta yang melihat niatanku untuk menyelesaikan tesis sesegera mungkin. dan berusaha menghindarkan saya dari hal-hal yang mungkin menghambat saya menyelesaikan ini.

hal yang terjadi hari ini adalah , hapeku rusak dan tidak bisa digunakan sama sekali.

Oleh: rizky abrian | Juli 22, 2017

tesis no 3

oke, sekarang saya sudah menyelesaikan latar belakang. latar belakang saya lebih simpel dan kuantitasnya lebih sedikit dari latar belakang awal saya yang diobrak abrik dosen pembimbing. jujur memang latar belakang saya yang pertama seperti tulisan orang yang tersesat. objek formal, material, perspektif, signifikansi masalah saja masih bingung, apalagi menemukan ketidakberesan sosial.

saya lumayan berterimakasih sama teman saya yang memberitahukan saya untuk membaca bukunya romo moko (haryatmoko) tentang Analisis wacana kritis. beliau pakarnya karena saya juga tahu beliau lulusan kelas prancis yang merupakan tempatnya ngelmu AWK. beliau juga menjelaskan secara lebih sederhana, tapi tidak terlalu sederhana. cukuplah untuk tesis saya.

sekarang latar belakang saya sudah saya serahkan ke teman-teman saya dulu untuk di revisi sesuai dengan kemampuan mereka, yang bisa secara tata bahasa ya monggo, yang bisa secara substansi ya terimakasih. setelah di revisi 3-5 orang, baru saya agak berani untuk menghadap dosen pembimbing. ya semoga ini revisi latar belakang yang terakhir supaya bisa lanjut bab 2.

oke selamat malam minggu, saya mulai menikmati ritme tesis ini.

Oleh: rizky abrian | Juli 21, 2017

tesis no.2

setelah kembali mengumpulkan niat. sekarang saya sudah memulai lagi untuk latar belakang. dimulai dari awal, setelah membaca belasan jurnal saya mulai menulis lagi, lumayan dapat 5 lembar, tapi belum selesai. outline latar belakang yang dahulu saya gemukkan tulangnya dengan daging dari bacaan-bacaan jurnal dan buku dari haryatmoko. penelitian ini objek materialnya adalah teks media dari situs mojok dan objek formalnya awk (entah betul atau salah ini). ya udah nekat aja ditulis, kalau salah ulangi lagi. dan terus dan terus sampai selesai siksaan ini.

 

aku hanya ingin lulus, dan segera mengerjakan apa yang sudah melambai-lambai di depan.

Oleh: rizky abrian | Juli 19, 2017

tesis no 1

membaca banyak jurnal, khususnya yang berhubungan dengan tesisku ini. memmberikanku sebuah pemahaman tentang apa itu ideologi dalam jurnalistik.

ketika dihadapkan dengan objek material dalam tesisku. aku mengerti bagaimana bisingnya pertarungan ideologi dalam setiap media.

satu ideologi dalam hal komodifikasi seperti keinginan media mendapatkan banyak perhatian dari pembaca, misal dengan judul bombastis, kontroversial sehingga menjadi viral tanpa memperhatikan substansi berita itu sendiri.

dua, ideologi politik, biasanya dipengaruhi oleh pemilik media itu sendiri, berafiliasi dengan partai atau pemerintah, yang pada akhirnya akan berujung pada pembingkaian berita dengan batas-batas yang diinginkan media di tengah banyaknya sumber berita yang seharusnya disampaikan untuk memenuhi kaidah jurnalistik yang benar

tiga, kebisingan ini diperkeruh dengan semua media cetak yang kemudian pindah ke media sosial. di dunia nyata, kita jarang sekali mambaca koran di pagi hari. sekarang kita dipaksa, entah pada pertama kali membuka gawai, entah setelah bangun tidur, atau sarapan atau apa, untuk membaca 5-10 jenis media dengan berbagai ideologi yang berbeda, headline bombastis yang berbeda, perdebatan yang berbeda dalam satu waktu genggaman gawai sekaligus. dan itu terjadi setiap hari. ketidaksiapan diri atas literasi membuat kita akan kebingungan, pun juga saya sendiri. mungkin inilah yang dinamakan lalulalang informasi yang demikian masif. yang juga membuat kepala saya pusing, mana media yang berimbang, mana media yang framing. atau kalau seperti kisah dalam agama saya, di jaman akhir akan banyak fitnah bertebaran di mana-mana. dan pada saat itu dajjal akan segera muncul dan menebar tipudaya. maka untuk menyelamatkan diri, sering-seringlah membaca surat Al Waqiah supaya terhindar dari fitnah dajjal.

dan sampai saat ini, satu surat al waqiah pun belum saya baca.

Oleh: rizky abrian | April 24, 2017

Panduan Kerja Reseller Bukukampus

pertama-tama saya jelaskan seperti sebelumnya tadi ya
penjelasan tentang sistem kerja.

1. semua stok buku baru bukukampus, lokasi ada di jogja. jadi semua pemesanan akan dikirim dari jogja ke tujuan pengiriman.
2. koleksi khusus ada di surabaya, koleksi khusus berupa repro buku (kualitas super copy)
3. untuk pengiriman, kami ada kru di jogja yg bertugas mengecek stok, mengambil buku,packing serta pengiriman ke ekspedisi.
4. untuk yg mau cod di jogna, harap memberi info terlebih dahulu supaya bisa dibantu oleh kru di jogja
kalian memiliki 24.000 koleksi buku yang terdiri dari lebih dari 700 penerbit
tinggal terserah kalian untuk mempromosikan buku yang mana yang akan kalian jual.
di dalam katalog ada beberapa kategori yang memudahkan kalian dalam pencarian buku. ada judul buku, penyusun buku, penerbit, harga, jumlah stok dan kategori buku
cara mencari buku di file excel sangatlah mudah. cukup gunakan ctrl-f untuk mencari sesuai kata kunci yang kalian inginkan, (judulnya, penulisnya, penerbitnya,dll)
harga yang tertera dalam katalog merupakan harga normal. dan khusus reseller pasti mendapatkan diskon pasti 10% untuk semua buku kecuali buku kedokteran. terserah pada reseller masing-masing untuk menjual buku dengan harga lebih mahal supaya mendapatkan keuntungan, itu merupakan kebebasan masing-masing. diatur aja enaknya gimana ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘๐Ÿผ
pedoman dasar menjual buku
sebelum kalian menjual, kalian harus pahami dulu , produk apa yang kalian jual. produk kali ini yang dijual adalah buku, maka kalian bisa membuat data tentang siapa saja yang menjadi pasar. pasar maksudnya adalah jenis calon konsumen yang berpotensi membeli produk tersebut
buku biasanya diminati oleh :
1. pelajar atau mahasiswa
2. dosen
3 pecinta buku
4. perpustakaan
5. guru
6. selanjutnya bisa dicari sendiri
sekarang saya mulai dari pelajar dan mahasiswa. untuk menghitung potensi pasar yang kita miliki. di Indonesia ada berapa jumlah pelajar. dari data antara tahun 2015 ada sebanyak 8 juta siswa SLTA, 50 juta siswa SD-SLTP
untuk mahasiswa di tahun 2011 saja ada 4,8 juta. kemungkinan sekarang ada lebih dari 6 juta mahasiswa
itu jumlah pasarnya. bukukampus sendiri saat ini lebih fokus di Instagram.
kalian bisa meniru contoh saya. saya mendata semua akun IG kampus dan mahasiswa di Indonesia. kurang lebih saya temukan sekitar 200 an akun IG dengan follower lebih dari 3000. kenapa saya mematok 3000. karena dari yang saya tahu. IG dengan follower 3000 dan setiap hari aktif, berpotensi mendatangkan 5-10 follower baru setiap harinya. inilah yang saya “panen” setiap hari. follower baru itu biasanya masih aktif pada hari itu dan ketika kita follow instanya, mereka akan follback.
[rasionya biasanya 1:5 dari 5 yang kita follow biasanya 1 follback ke ig kita. selain itu kita follow mereka untuk secara tidak langsung memperkenalkan eksistensi kita, bahwa kita ada dan berjualan.
bayangkan kalau kalian setiap hari follow 500 orang (follow 5-10 orang setiap akun IG kampus, untuk menghiindari diblokir robot instagram). dalam sehari kalian bisa mendapat 100 follower. setelah
setelah 1-2 hari, kalian bisa unfollow mereka dan lanjut panen lagi.
kegiatan ini tidak akan ada habisnya karena tiap hari selalu ada pengguna instagram baru, setiap tahun selalu ada mahasiswa baru. dan itu pasar yang terus bertambah setiap tahunnya.
dan untuk konversi berapa yang berminat atau membeli buku, kalau di IG buku kampus rasionya 2-5 %. misal saya punya 1000 follower, maka yang berminat (sudah tanya-tanya)pada jualan saya sekitar 20-50 orang.
dalam 1 hari bisa dapat 100 follower. maka dalam sebulan kalau memang serius bisa dapat 2000-3000 follower.
sudah banyak ini….hari ini saya bahas tentang membaca dan menargetkan pasar dulu. besok saya lanjutkan materi tentang mengembangkan akun IG supaya brandingnya bagus…

Oleh: rizky abrian | September 6, 2015

kanggo riko

hari ini , afwin seperti biasa ada jadwal untuk ngelesi dan katanya, sekarang juga mau atur jadwal untuk mencari pengganti karena dia sudah mulai kuliah. rencananya untuk murid-murid bulenya ini bakal dicarikan guru pengganti yang nanti dihandle sama afwin sendiri.

saya dapat sms siang tadi ketika sudah di kantor

urusan les sudah, tinggal janjian sama tae hee buat deal-deal an ganti teacher. tapi masih lama. akhirnya apin langsung cao ke tempat perawatan, demi kamu mas. ๐Ÿ˜€

saya jadi ingat kemarin yang sering membahas tentang dia yang ndak mau perawatan. sewajarnya lah wanita harus perawatan. punya bedak, punya lipstik, dan peralatan make up lainnya, tak terkecuali juga perawatan. sebagai lelaki indonesia, saya juga pingin sih calon istri saya memiliki wajah yang putih. meski kadang apin selalu beralasan bahwa warna coklat itu estetis. namanya juga bertukar pikiran, ada saja alasan, ada saja pembelaan.

melihat sms tadi siang, saya jadi ingat lagu dangdut yang sempat ngetrend, kanggo riko. lagu itu bercerita tentang segala upaya yang dilakukan demi mendapatkan cinta sang kekasih. Paran byaen sun lakoni kanggo riko, apapun akan kulakukan demi kamu. kita berdua belajar berkomitmen, belajar untuk mencintai, dan salah satunya adalah dengan melakukan apa yang diinginkan pasangan sehingga bahagia. meski kadang yang dilakukan itu bukan hal yang belum tentu disukai.

Oleh: rizky abrian | September 4, 2015

Fokus

banyak sekali yang diketahui, akhirnya banyak juga yang akhirnya diinginkan. baru saja saya selesai mengalami tiga kegiatan rutin sekaligus, kerja, kuliah, mengajar, dosen terbang, dan bisnis hape. (lho katanya tiga?!?). mungkin karena saya masih muda, jadi keinginan yang ingin dicapai banyak sekali. pingin kerja, pingin kuliah, pingin jadi dosen, pingin punya uang banyak, pingin punya mobil, pingin jalan-jalan, travelling, belajar hal baru. waduh! kalau begini saya yang baca sendiri kok jadi ngeri sendiri ya, begitu banyaknya yang saya ingin.

kalau misalnya ingin mewujudkan semua itu, ya berarti saya harus melakukan banyak hal pula dalam satu waktu. itulah yang akhirnya terjadi kalau tidak fokus. pagi kerja, sore kuliah, malam belajar, libur kerja diisi dengan jadi dosen, dan terus begitu dan terus begitu selama setahun ini. mungkin bila diliat sama orang, saya kelihatan keren, tapi keren pun ada harganya. dan harga mahal yang harus dibayar adalah ndak punya waktu luang, ndak sempat jalan-jalan, dan hampir ndak sempat refreshing bahkan hanya sebatas nonton film pun susah untuk cari waktunya.

kadang saya merasa beruntung sekali banyak hal yang dilakukan, ndak fokus, tapi sekali lagi saya beruntung, kesemuanya tidak ada yang berantakan. sungguh beruntung sekali saya yang dengan bodoh mengambil jalan multitasking ini.

setelah ini, saya mungkin akan belajar fokus, kalau nurutin keinginan, sepanjang tahun ini saya menemukan banyak hal yang ingin diwujudkan, mungkin 4-7 keinginan baru yang ingin dilakukan. tapi saya kan cuma satu, ndak bisa dibelah seperti mikroba. waktu saya juga cuma 24 jam sehari, kemaren saja kegiatan saya dari 6.00-22.00. itu sama halnya dengan 16 jam. cuma sisa 8 jam hanya untuk tidur. kalau misal ditambah lagi, trus jam tidur mau ditaruh dimana?

hidup pasti memilih, terkadang merelakan. saya harus belajar fokus dan merelakan (mungkin bisa juga menunda) apa-apa yang ingin. karena keinginan harus mengalah sama kebutuhan.

Oleh: rizky abrian | Agustus 19, 2015

Apresiasi

memang benar apa kata om rhenald tentang bagaimana orang indonesia dalam mengapresiasi. dalam artikelnya tentang apresiasi . beliau membandingkan antara sekolah dan main game. bagimana sekolah dan game pada hakikatnya adalah sama, masing-masing anak mendapat tugas dan harus dilaksanan dengan baik. yang membedakan adalah, sekolah membuat anak takut, takut nilai jelek lalu dimarahi, takut tidak naik kelas, takut bertanya, takut tidak lulus, takut gagal. sedangkan game, mereka daang dianggap sebagai seorang pejuang di medan pertempuran, kegagalan tidak membuat mereka takut atau putus asa,tapi semakin membuat mereka ketagihan untuk menyelesaikannya.

apresiasi, saya punya pengalaman waktu kecil bagaimana apresiasi adalah hal yang sangat sulit didapat. jaman sd saya adalah langganan rangking satu di kelas. namun orang tua yang mungkin, karena terlalu sering sehingga terbiasa melihat anaknya rangking satu, jadi menganggap biasa apa yang sudah dicapai anaknya itu. dan suatu ketika, tepatnya ketika jaman saya sedang senang-senangnya main PS. akhirnya saya mendapat ranking 3. orang tua memang tak memarahi langsung, tapi sikap sudah memperlihatkan bahwa saya sudah melakukan sebuah kegagalan besar, belum lagi tulisan guru di rapot yang menuliskan bahwa : kamu terlalu banyak main, terlalu banyak ini, itu, tidak pernah mengerjakan PR. bisa kalian bayangkan , seseorang yang sudah gagal, tidak dibesarkan hatinya, tidak dibantu mencari penyebab, malah dihakimi bahwa saya seorang yang gagal, dan gagalnya karena kamu begini dan begitu dan itu salah. siapa yang tidak takut dan kecil hatinya? beda dengan main game, ketika gagal ndak ditakut-takuit, malah diajak untuk mencoba lagi dan mencoba lagi.

itu cerita saya, kalau saya boleh melihat, mungkin krisis apresiasi juga dialami orang lain. saya melihat bagaimana selfie, bagaimana positngan teman-teman tentang keberhasilan mereka, mungkin bisa jadi karena apresiasi yang didapat dari sekitarnya gak cukup. keterima kuliah di posting, lagi ospek diposting, lagi ngerjakan tugas diposting, bikin skripsi (baru judul) diposting, ujian sidang juga, sampai wisuda (yang satu ini hampir semua pasti diposting). itu baru kuliah, belum yang lain-lain, keterima kerja, gaji pertama, gadget baru, kamera baru. mungkin saya bisa dianggap lebay, tapi percayalah, kalian pernah menemui orang yang seperti itu.

sekarang pun, untuk memenuhi dahaga saya akan apresiasi, pacar saya, sering ketika telpon, memuji-muji saya, entahย  apapun, kadang memang beneran pujian dari orang lain yang diceritakan ke saya, atau kadang juga dibuat-buat saja supaya hati saya senang. kalau kata dia “ngasih makan ego” biar jiwanya stabil. ya benar juga, saya senang liat pacar saya begitu cerdas sampai bisa membuat treatment seperti itu.

saya juga masih penasaran, kenapa ya memuji itu kesannya kok susah sekali, tapi kalau disuruh mengkritik kegagalan orang, kok mudah sekali. ada yang tau?

Older Posts »

Kategori