Oleh: rizky abrian | September 6, 2015

kanggo riko

hari ini , afwin seperti biasa ada jadwal untuk ngelesi dan katanya, sekarang juga mau atur jadwal untuk mencari pengganti karena dia sudah mulai kuliah. rencananya untuk murid-murid bulenya ini bakal dicarikan guru pengganti yang nanti dihandle sama afwin sendiri.

saya dapat sms siang tadi ketika sudah di kantor

urusan les sudah, tinggal janjian sama tae hee buat deal-deal an ganti teacher. tapi masih lama. akhirnya apin langsung cao ke tempat perawatan, demi kamu mas.ūüėÄ

saya jadi ingat kemarin yang sering membahas tentang dia yang ndak mau perawatan. sewajarnya lah wanita harus perawatan. punya bedak, punya lipstik, dan peralatan make up lainnya, tak terkecuali juga perawatan. sebagai lelaki indonesia, saya juga pingin sih calon istri saya memiliki wajah yang putih. meski kadang apin selalu beralasan bahwa warna coklat itu estetis. namanya juga bertukar pikiran, ada saja alasan, ada saja pembelaan.

melihat sms tadi siang, saya jadi ingat lagu dangdut yang sempat ngetrend, kanggo riko. lagu itu bercerita tentang segala upaya yang dilakukan demi mendapatkan cinta sang kekasih. Paran byaen sun lakoni kanggo riko, apapun akan kulakukan demi kamu. kita berdua belajar berkomitmen, belajar untuk mencintai, dan salah satunya adalah dengan melakukan apa yang diinginkan pasangan sehingga bahagia. meski kadang yang dilakukan itu bukan hal yang belum tentu disukai.

Oleh: rizky abrian | September 4, 2015

Fokus

banyak sekali yang diketahui, akhirnya banyak juga yang akhirnya diinginkan. baru saja saya selesai mengalami tiga kegiatan rutin sekaligus, kerja, kuliah, mengajar, dosen terbang, dan bisnis hape. (lho katanya tiga?!?). mungkin karena saya masih muda, jadi keinginan yang ingin dicapai banyak sekali. pingin kerja, pingin kuliah, pingin jadi dosen, pingin punya uang banyak, pingin punya mobil, pingin jalan-jalan, travelling, belajar hal baru. waduh! kalau begini saya yang baca sendiri kok jadi ngeri sendiri ya, begitu banyaknya yang saya ingin.

kalau misalnya ingin mewujudkan semua itu, ya berarti saya harus melakukan banyak hal pula dalam satu waktu. itulah yang akhirnya terjadi kalau tidak fokus. pagi kerja, sore kuliah, malam belajar, libur kerja diisi dengan jadi dosen, dan terus begitu dan terus begitu selama setahun ini. mungkin bila diliat sama orang, saya kelihatan keren, tapi keren pun ada harganya. dan harga mahal yang harus dibayar adalah ndak punya waktu luang, ndak sempat jalan-jalan, dan hampir ndak sempat refreshing bahkan hanya sebatas nonton film pun susah untuk cari waktunya.

kadang saya merasa beruntung sekali banyak hal yang dilakukan, ndak fokus, tapi sekali lagi saya beruntung, kesemuanya tidak ada yang berantakan. sungguh beruntung sekali saya yang dengan bodoh mengambil jalan multitasking ini.

setelah ini, saya mungkin akan belajar fokus, kalau nurutin keinginan, sepanjang tahun ini saya menemukan banyak hal yang ingin diwujudkan, mungkin 4-7 keinginan baru yang ingin dilakukan. tapi saya kan cuma satu, ndak bisa dibelah seperti mikroba. waktu saya juga cuma 24 jam sehari, kemaren saja kegiatan saya dari 6.00-22.00. itu sama halnya dengan 16 jam. cuma sisa 8 jam hanya untuk tidur. kalau misal ditambah lagi, trus jam tidur mau ditaruh dimana?

hidup pasti memilih, terkadang merelakan. saya harus belajar fokus dan merelakan (mungkin bisa juga menunda) apa-apa yang ingin. karena keinginan harus mengalah sama kebutuhan.

Oleh: rizky abrian | Agustus 19, 2015

Apresiasi

memang benar apa kata om rhenald tentang bagaimana orang indonesia dalam mengapresiasi. dalam artikelnya tentang apresiasi . beliau membandingkan antara sekolah dan main game. bagimana sekolah dan game pada hakikatnya adalah sama, masing-masing anak mendapat tugas dan harus dilaksanan dengan baik. yang membedakan adalah, sekolah membuat anak takut, takut nilai jelek lalu dimarahi, takut tidak naik kelas, takut bertanya, takut tidak lulus, takut gagal. sedangkan game, mereka daang dianggap sebagai seorang pejuang di medan pertempuran, kegagalan tidak membuat mereka takut atau putus asa,tapi semakin membuat mereka ketagihan untuk menyelesaikannya.

apresiasi, saya punya pengalaman waktu kecil bagaimana apresiasi adalah hal yang sangat sulit didapat. jaman sd saya adalah langganan rangking satu di kelas. namun orang tua yang mungkin, karena terlalu sering sehingga terbiasa melihat anaknya rangking satu, jadi menganggap biasa apa yang sudah dicapai anaknya itu. dan suatu ketika, tepatnya ketika jaman saya sedang senang-senangnya main PS. akhirnya saya mendapat ranking 3. orang tua memang tak memarahi langsung, tapi sikap sudah memperlihatkan bahwa saya sudah melakukan sebuah kegagalan besar, belum lagi tulisan guru di rapot yang menuliskan bahwa : kamu terlalu banyak main, terlalu banyak ini, itu, tidak pernah mengerjakan PR. bisa kalian bayangkan , seseorang yang sudah gagal, tidak dibesarkan hatinya, tidak dibantu mencari penyebab, malah dihakimi bahwa saya seorang yang gagal, dan gagalnya karena kamu begini dan begitu dan itu salah. siapa yang tidak takut dan kecil hatinya? beda dengan main game, ketika gagal ndak ditakut-takuit, malah diajak untuk mencoba lagi dan mencoba lagi.

itu cerita saya, kalau saya boleh melihat, mungkin krisis apresiasi juga dialami orang lain. saya melihat bagaimana selfie, bagaimana positngan teman-teman tentang keberhasilan mereka, mungkin bisa jadi karena apresiasi yang didapat dari sekitarnya gak cukup. keterima kuliah di posting, lagi ospek diposting, lagi ngerjakan tugas diposting, bikin skripsi (baru judul) diposting, ujian sidang juga, sampai wisuda (yang satu ini hampir semua pasti diposting). itu baru kuliah, belum yang lain-lain, keterima kerja, gaji pertama, gadget baru, kamera baru. mungkin saya bisa dianggap lebay, tapi percayalah, kalian pernah menemui orang yang seperti itu.

sekarang pun, untuk memenuhi dahaga saya akan apresiasi, pacar saya, sering ketika telpon, memuji-muji saya, entah¬† apapun, kadang memang beneran pujian dari orang lain yang diceritakan ke saya, atau kadang juga dibuat-buat saja supaya hati saya senang. kalau kata dia “ngasih makan ego” biar jiwanya stabil. ya benar juga, saya senang liat pacar saya begitu cerdas sampai bisa membuat treatment seperti itu.

saya juga masih penasaran, kenapa ya memuji itu kesannya kok susah sekali, tapi kalau disuruh mengkritik kegagalan orang, kok mudah sekali. ada yang tau?

Oleh: rizky abrian | Agustus 16, 2015

tumpeng

malam tujuhbelasan kali ini saya berada di kantor, sepi, sendirian, dan hanya duduk manis diam, kadang liat film, angkat telepon masuk, kadang juga nyapain dokter-dokter yang kebetulan lewat buat visit pasien.\

tahun lalu, dan tahun-tahun lain sebelumnya, adalah kegiatan langganan bahwa seorang rizky abrian, berpakaian muslim, paling gag rapih, pegang kamera atau cuma sekadar duduk manis di perempatan kampung atau di tempat lapang yang sudah disediakan untuk menjadi pantia atau sekedar penggembira dalam acara doa bersama menyambut hari kemerdekaan.

ya mungkin sudah saatnya, dimana kehidupan selalu berubah mengikuti waktu, sehingga rutinitas-rutinitas yang biasa dijalani sekarang harus mengalah pada kegiatan-kegiatan yang ndak seperti biasanya.  tahun ini bahkan saya ndak sempat melihat lomba-lomba yang diadakan di kampung sendiri ketika tahun kemarin, saya benar-benar dan sangat direpotkan dengan berbagai macam lomba, dan persiapan panggung dimana segala keringat, pikiran, emosi dilibatkan disana. sekarang, saya (sementara ini) hanya seorang pegawai yang harus kerja sesuai jadwal meskipun itu adalah malam tujuhbelasan.

tadi sih sempat dijanjiin mama mau disisain tumpeng kalau saya pulang kerjanya cepat, tapi secepat apapun, tumpeng ga cukup menggantikan suasana kudus berdoa atau suasana bersemangat ketika melihat tingkah lucu anak-anak berlomba, atau menangis ketika kalah, atau juga bagaimana kemeriahan panggung dengan lusinan petasan yang kemarin sempat menarik perhatian kampung sebelah karena acara tujuhbelasan yang biasa saja dikira kampung sebelah orkes New palapa.

Oleh: rizky abrian | Agustus 9, 2015

Piutang

hari ini, saya dikabari salah satu pelanggan saya bahwa pembayaran untuk bulan ini dia ndak bisa bayar. dia cerita bahwa mertuanya masuk rumah sakit dan sudah habis uang banyak. ya bagaimana lagi, saya cuma bisa bilang, “ya sudah mas gapapa, pokoknya tetep ngabari aja”. keliatannya simpel, tapi sebenarnya urusan uang itu ndak mudah, menangguhkan hutang orang lain itu belajarnya berat.

ga cuma sekali saya mendapat jawaban maaf ketika sudah waktunya saya menagih pembayaran. yang namanya bisnis ya memang serba salah, kadang harus tegas, kadang harus manusiawi. dan antara keduanya harus pintar-pintar membaca situasi supaya keputusan kita bijaksana. tapi yang namanya hutang, urusan uang, memang harus siap mental dan emosi supaya pertemanan, seduluran, koneksi, dan apalah itu tetap terjaga dengan baik.

kalo di ilmu agama sih, katanya orang yang menangguhkan hutang orang lain, atau menghapus, katanya sih  dijauhkan dari api neraka, diberi naungan saat hari kiamat nanti dan juga katanya kalau mempermudah urusan orang lain, katanya juga akan dimudahkan oleh Allah. bener sih saya juga merasa jarang sekali mendapat kesulitan berarti, hidup ya seru-seru aja, sibuknya juga ga melelahkan, ya bisa jadi dari itu, bisa jadi lho.

kadang juga agak menyesal juga liat kelakuan dulu. saya pernah membentak teman kantor, usianya 20 tahun lebih tua dari saya, tapi saya bentak gara-gara telah bayar hutang sampe 3 bulan. wajar juga sih kalau saya emosi, apalagi masih muda, apalagi uangnya juga ndak sedikit. tapi memang namanya waktu bisa mengubah cara pikir. sekarang sudah bisa agak kalem kalau ada orang mohon ijin minta bayar telat.

mungkin yang perlu sering-sering ditanamkan adalah, semoga saja dengan memudahkan urusan orang lain, urusan saya juga selalu dipermudah sama Yang Maha Mengatur Urusan.

Oleh: rizky abrian | Agustus 5, 2015

marathon, bukan sprint.

saya sudah berkali-kali jatuh cinta, kadang juga dicintai. namun kali ini, untuk mencintai seseorang, saya butuh belajar lagi supaya sanggup mencintai dengan baik dan benar.

ini bukan cuma masalah usia, ataupun juga  kesadaran bahwa waktu untuk main-main sudah selesai. mencintai kali ini benar-benar berbeda dengan sebelum-sebelumnya. mencintai sebelumnya begitu mudah karena cinta tiba-tiba tumbuh tampa perlu persiapan. cinta tiba-tiba saja menjatuhkan saya tanpa saya sadari kesadarannya. kali ini mencintai telah sampai pada level mencintai yang membutuhkan kesabaran, keteguhan, menahan diri, pengertian, dan banyak hal lain yang masih belum dipelajari.

mencintai dulu begitu mudah, kita tinggal menikmati yang indah-indah saja, dan ketika sudah tidak sesuai ya tinggal diselesaikan saja. ibarat lomba lari mencintai dulu seperti lomba sprint, sesegera mungkin sampai. sesegera mungkin setelah kenal dan saling tertarik satu-sama lain, sesegera mungkin untuk PDKT, sesegera mungkin untuk jadian.

setelah itu, so what?

ya begitulah, cinta memang bukan lolipop, yang dikulum lalu habis, dan membelinya lagi dengan rasa yang lebih manis. saya bisa saja pacaran,putus, cari lagi, pacaran lagi, putus lagi.

tapi apakah siklus seperti itu yang saya cari?

mencintai kali ini sudah bukan sprint, mencintai kali ini adalah marathon, mencintai kali ini jarak lintasannya bukan lagi hitungan bulan, tapi tahun, bahkan sepanjang tahun, atau bisa jadi sepanjang hidup. mencintai kali ini memang tidak perlu bergesa,tapi membutuhkan ketahanan yang begitu besar.

selama kita tetap tahan untuk setia, mampu menahan diri ketika dilanda bosan, ketika mengetahui kadang ada hal yang tidak menyenangkan muncul  dalam perjalanannya, mampu tetap  mencintai dalam keadaan apapun. maka perjalanan ini akan begitu menyenangkan.

mencintai kali ini bukan bagaimana cepat sampai, tapi bagaimana bisa bertahan sejauh mungkin.

Oleh: rizky abrian | Juli 28, 2015

memaafkan

selamat lebaran ya!! mohon maaf lahir batin. Karena sekarang masih aroma lebaran, maka saya ingin menulis tentang hal yang nggak jauh dari lebaran yaitu maaf-maafan.

kali ini saya mau menulis tentang memaafkan, beberapa orang mungkin memiliki kenangan yang begitu menyakitkannya, hingga sulit untuk dimaafkan. kata memaafkan inilah yang menjadi obat paling ampuh. meski hanya satu kata, tapi bagi beberapa orang yang sudah terlanjur amat sangat sakit sekali akan sulit untuk melakukannya.

saya juga memiliki beberapa kenangan yang sulit dimaafkan, butuh waktu yang nggak sebentar untuk benar-benar bisa memaafkan. memaafkan disini maksudnya benar-benar memaafkan, soalnya, banyak sekali orang yang mengaku telah memaafkan, tapi dendamnya masih ada, atau nggak mau mengingat-ingat lagi, atau masih emosional apabila teringat tentang kejadian itu, kalau misalnya masih seperti itu, berarti ya belum memaafkan seutuhnya.

memaafkan¬† maksudnya sudah melepaskan segala emosi negatif yang berkaitan dengan hal atau kejadian itu. sakit hati pertama saya yang pertama adalah masalah karir. saya pernah gagal dalam suatu tes, dan itu karena saya buta warna parsial. saya sulit sekali menerima BW itu karena memang bukan karena perbuatan saya. saking emosionalnya, setiap saya melihat tes isihara atau ada orang yang nyebut buta warna, saya emosi saya selalu muncul, sebagian besar berisi sakit hati. pernah sampai saya menyalahkan ortu saya karena secara teori penyakit itu memang diturunkan dari orang tua, tapi seiring waktu , akhirnya saya juga mikir, “memangnya ortumu juga pengen ngasih itu ke anaknya?”.

butuh 2 tahun untuk membuat saya memastikan bahwa saya benar-benar memaafkan kejadian itu dan akhirnya bisa menerima dengan tenang. saya ndak perlu lagi menutup-nutupi,bahkan saya sudah bisa mengakui bahwa saya memiliki itu.

memaafkan yang kedua adalah tentang hati, beberapa orang pernah merasa hancur hatinya ketika dikhianati kekasih, saya pun juga. memaafkan saya menjadi sulit karena emosi yang terlalu berlebih membuat pikiran rasional saya jadi kalah. dulu, masih sering saya tidak terima kenapa dia meninggalkan saya. padahal saya sudah serius. saking sakitnya saya pernah berusaha menghilangkan semua hal tentang dia sampai hal terkecil, pernah juga sampai dendam, sampai ingin menghilang, bekerja dengan tekun sehingga bisa membeli mobil, lalu menabraknya dengan mobilku itu. tapi forgiveness is the true healer. ketika bisa memaafkan orang lain, memaafkan semua kejadian, menerima utuh diri kita sendiri yang sekarang, maka segalanya jadi menenangkan, segalanya menjadi damai.

butuh kekuatan yang besar untuk memaafkan, hanya orang yang kuat yang mampu memaafkan saya pernah ingat suatu kutipan, memaafkan tidak mengubah masa lalu, tapi mencerahkan masa depan. memang benar, tapi memang butuh proses yang panjang, melawan monster di dalam diri kita yang bernama sakit hati dan mengalahkannya dengan senjata memaafkan, butuh waktu, butuh alasan, butuh pemahaman yang cukup bahwa kejadian di masa lalu harus dimaafkan sehingga nggak mengganggu masa depan kita.

one more time, selamat lebaran ya!! mohon maaf secara tuntas,ikhlas dan menyeluruh.

Oleh: rizky abrian | Juli 19, 2015

Timbul dan tenggelam

Sesuatu yang bernama “waktu senggang” akhirnya tiba juga, setelah menjalani rutinitas ganda, mulai dari kerja, kuliah dan memburu dollar. akhirnya saya punya waktu luang setelah libur kuliah dan ditambah libur lebaran. waktu senggang ini sepertinya lumayan banyak sehingga harus dibuat plan, apa yang harus dilakuin buat ngisi waktu senggang ini.

beberapa opsi mungkin udah dibuat, liburan, nulis, bikin proyek ikut jurnal, dan banyak lagi. sepertinya hal paling mudah untuk dilakukan saat ini cuma menghabiskan buku yang uda disiapkan untuk dibaca, ada seri Robert Kiyosaki, ada Buku Sejarah Tuhan, ada film-film yang belum sempet dliat, dan juga menulis. intinya saya ingin merasakan kembali waktu menyendiri dengan cukup sebagai cadangan buat tancap gas lagi semester depan (udah ada monster bernama tesis yang siap diajak duel).

sebenarnya ingin sekali bisa menulis secara rutin, teman saya sudah ada yang berhasil melakukan itu. kalau masalah nulis, sebenarnya banyak sekali hal yang ingin ditulis, tentang kuliah, tentang kerja, tentang hidup, tentang kenangan, tentang mencintai, tentang proses membentuk karakter, tentang kejadian yang membekas yang setiap hari saya alami,tentang renungan-renungan sebelum tidur. saya sampai bingun mau mulai mana, tapi untuk menegaskan diri saya sendiri mungkin saya mulai secara waktu saja, kalau memang besok sempat, saya akan menulis tentang kenangan dan masa lalu.

yang jelas saya berdoa semoga tulisan kali ini bisa membawa saya menuju proses menulis selanjutnya, sudah banyak buku yang saya baca tapi terlalu sedikit tulisan yang saya hasilkan. keseimbangan ini harus dikembalikan seperti semula supaya hidup tidak berlalu begitu cepat.

Oleh: rizky abrian | Juli 1, 2015

Kisi-Kisi UAS MKDU

kisi-kisi soal uas

materi tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia

materi tentang penyuntingan bahasa.

materi tentang paragraf dan jenis-jenis paragraf

materi tentang kedudukan dan fungsi bahasa indonesia

materi tentang tanda baca dalam penggunaan bahasa indonesia

materi wacana dan struktur unit satuan bahasa.

silahkan dipelajari tentang materi ini, semoga bermanfaat saat uas nanti.

Oleh: rizky abrian | April 19, 2014

Memulai lagi

Bip Bip.

seperti robot yang sudah lama tidak dihidupkan, layar gelap itu perlahan-lahan mulai terlihat terang gambarannya.

setelah lama disibukkan oleh skripsi yang tak mulus, yudisium yang tertunda, pekerjaan ala mahasiswa (ngelesi), mengurus ini itu, akhirnya saya mulai kembali pada kesibukan dengan tempo yang bisa diatur lagi, punya waktu untuk membaca, merenung, berpikir, hingga akhirnya ada waktu lagi untuk menulis.

saat ini saya sudah bukan lagi anak kuliahan yang kerjanya kuliah, main, dan senang-senang saja. Dalam beberapa bulan ini banyak peristiwa yang membuat segalanya berubah dengan sangat cepat.

memasuki 2014 merupakan tahun yang memang begitu cepat. dalam hitungan bulan, saya seorang mahasiswa yang lulus hampir telat, ditinggal lulus lebih dulu oleh teman-teman seangkatannya, tiba-tiba datang lagi dengan kabar yang cukup mengejutkan.

saya sekarang seorang pegawai di rumah sakit berkelas sambil seminggu sekali menjadi dosen, dan saya juga sedang kuliah di pascasarjana.

teman-teman memang mentas lebih cepat, tapi dibalik itu mereka ternyata belum benar-benar selesai.

mereka yang mengira setelah lulus pasti langsung bekerja,ternyata masih harus menunggu dan bersusah payah supaya mendapat kerja.

mereka yang IPK nya bagus, yang bercita-cita menjadi dosen, ternyata ditampar kenyataan bahwa tidak banyak kampus yang menerima fresh graduate sebagai pengajar di tempatnya.

mereka yang lulus cumlaude, yang merasa masih sanggup untuk melanjutkan lagi ke S2, mereka harus pasrah dengan keadaan bahwa biaya dan persaingan menuju itu lebih sulit dari yang mereka kira.

sebagian mungkin terkejut, sebagian lagi bisa jadi iri. tapi saya harus bersyukur.

saya mendapatkan ketiganya dalam waktu yang begitu cepat.

Allah memang Maha Sutradara. segala sesuatu memang selalu datang tepat pada waktunya.

dan saat ini, perjalanan saya menuju Chekcpoint hidup selanjutnya, dimulai.

 

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.