Oleh: rizky abrian | November 18, 2007

SAJAK PELANGI


ketika air hujan membasuh wajahku
aku hanya termangu,
melihat dia di seberang jalan
menghayalkannya……
seandainya aku bumi yang merana
dialah tetesan hujan yang bermakna
seandainya akulah tarian air hujan
maka dia sang lukisan indah pelangi
seandainya akulah sang pelangi
maka dia senyuman indah saat melihatku
dan saat tanah terbasuh air hujan
maka dia menumbuhkan bunga yang menentramkan
aku masih melihat wajahnya,
masih kesal karena hujan menghapus bedak mahalnya
dia tak sadar hujan telah menampakkan wajah aslinya
yang elok tanpa apa apa

dia melihat sekeliling,mencari malaikat kecil pelindung
menyewakan payung untuknya,
namun malaikat itu tak datang
semakin cemberut wajahnya,karena air hujan semakin berlomba,
membasahi tenggorokan bumi
yang semakin lama semakin sakit
karena benalu yang dia pelihara
bernama manusia.
aku berlagak seperti malaikat,membawakan apa yang dia tunggu
dia tak bertemu aku selama tiga tahun
apa mungkin dia ingat aku ?
atau dia menganggapku malaikat kecil pelindung?
yang selalu melindungi tapi tak pernah diingat
dia tersenyum padaku,ternyata dia siapa aku
walau aku masih jauh dari pandangannya
dia terus tersenyum,walau itu hanya untuk menghiburku
karena wajahnya yang pucat tak bisa menipu
terhanyut dalam kelelahanya mencari materi
karena budi baik saja tak cukup untuk bertahan hidup.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: