langit

langit senja,

kutatap wajahnya tanpa ragu,

lalu di sela sela rongganya,

ada mata yang ingin memburu.

waktu,

 

dan kulihat lagi sambil sembunyi sembunyi,

masih ada yang datang satu lagi,

kata kata meluncur elang seperti panah,

membawa segala amarah,

aku pun pasrah,

lalu tubuh pun rebah,

yang sisa hanya telinga memerah,

hati berdarah darah,

 

sudah,

aku sudahi saja ini ,

dan kulawan saja langit kurang ajar ini !

tanpa takut mati.

tapi langit malah menangis,

basah kuyup aku sendiri

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: