Oleh: rizky abrian | Januari 31, 2011

Hujan

tetapkah duduk disini?

ketika mereka berlari semburat,berebutan mencari tempat teduh yang hangat.

 

pasanglah telinga kanan kiri,

hidupkanlah nyala hati,

lalu putarlah sebuah memori,

 

kau dengar mereka berdenting tanpa henti,

di genteng, kolam, rumputan, batu, jerami,

ada juga di wajahmu, yang perosotan di pipi,

membentuk nada nada di tempatnya sendiri,

jadi resonansi,untaian melodi pembawa rindu,

 

………

 

clap!!

kilatan cahaya membawa jiwaku dalam kerlap,seperti gelap,

aku berpindah dalam sekejap,

 

berjalan ke lorong lorong penuh bingkai sepi.

kau lihat diputarkan semua kejadian itu kembali

saat saat ruap gejolak luber dari hati,dan kamu pada akhirnya penuh sesal mengutuki diri sendiri.

saat hati kecil berkata :betapa bodohnya kamu ini.

 

…..

 

 

syut!!

agak terkejut dibawa hanyut.

terdengar lembut saat kenangan indah disebut.

 

begitu tak terasa ,seperti baru saja menikmati senja,

ketika dulu tawa dibunyikan bersama,

bahagia diluapkan sebanyak banyaknya,

dan saat kita jumpa lagi dalam satu meja,

di iringi senyum dan tawa,kita ceritakan kembali semuanya,

begitu tak terasa,seperti baru saja menikmati senja,

 

…………..

 

hei kawan,

musik sudah berhenti,

lihatlah,

di langit sudah muncul pelangi.

kita sudahi dulu jalan jalan kali ini.

 

kalau kau dengar lagi itu lagu ,bergegaslah kau ajak aku,

karena hari ini kau sudah kuberitahu,

“Di dalam hujan itu, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: