Oleh: rizky abrian | Maret 2, 2011

hari ini

apa yang ingin aku tulis ?

sebenarnya tidak ada, hanya saja aku sedang merenungi apa yang telah terjadi seminggu ini,

mulai dari tes yang aku sendiri pesimistis bisa lolos, menjadi pemimpin 8 anak buah, hingga menerima tamu yang datangnya tiba tiba,

aku masih bingung, membedakan antara urusan urusan dimana aku dibutuhkan, tetapi aku tidak bisa memenuhi semuanya, dulu waktu aku belum aktif kegiatan apapun , aku berpedoman : hidup harus banyak pilihan, kalau tidak punya, buatlah dirimu dalam banyak pilihan. namun sekarang aku merasakan bagaimana beratnya memilih pilihan itu sendiri saat aku telah membuat banyak sekali pilihan dalam hidup.

ini juga aku rasakan ketika aku harus kuliah, dan pada hari itu aku diminta membantu menerima mahasiswa dari brunei darusalam yang baru datang, sedangkan tugasku belum aku kumpulkan, dimana ibuku meminta diantarkan ke pasar ikan , sedang ayahku memintaku untuk segera menyelesaikan pekerjaan menghitung pajak penghasilan yang telah diberikan kepadaku, padahal saat itu kameraku sedang rusak dan harus segera dibawa ke pusat kamera untuk ditanyakan kerusakannya seperti apa dan harga perbaikannya berapa,belum lagi tugas dari teman fotografi membuat kartu anggota harus segera selesai, belum lagi aku yang kemaren disindir ibuku masalah mencari pekerjaan, koordinasi membentuk rencana kerja BEM tahun depan, dan lagi dan lagi dan lagi.

aku bingung, bahkan apa harus aku tinggalkan saja semua untuk sejenak beristirahat, menenangkan diri, atau terus berada dibawah tekanan untuk memilih salah satu pilihan dan meninggalkan yang lain dengan berat hati yang amat sangat,

aku punya banyak pilihan, tapi tak punya cukup waktu untuk memilih semuanya.

bagaimana kalian?


Responses

  1. lha iki….

    ” sedangkan tugasku belum aku kumpulkan, dimana ibuku meminta diantarkan ke pasar ikan , ”

    tak kandakno ibukmu Biii!!!ndak iklas iki….

    * percaya kawan, anda ndak sendirian, merasakan ada buanyak pintu terbuka tapi langkah kita lah yang terbata-bata,, mikir kesana sini sampai menyadari pintu itu memang tidak harus dimaski semuanya🙂

  2. ampun , ojok kandakno ibukku.

    iyo, milih lawang ae kok yo susah ya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: