Oleh: rizky abrian | Januari 18, 2012

R.I.P Sabine Moreau

maafkan aku kasih karena menulis ini, tapi jelas ini cara yang terbaik untuk menjelaskan daripada bercerita setelah kamu mengetahuinya. lebih baik kamu membaca ketika pikiran sedang dingin daripada kamu mendengarkan dengan hati yang panas.

aku tak pernah tahu dan sebenarnya tak pernah mau tahu siapa dia, karena yang aku tahu hanya matanya. mengganggu sekali.  itupun karena mata itu menggangguku, tepatnya memburuku. seperti mata mata lainya yang memburuku. tapi ia seperti benar benar mengejar mataku tanpa henti.

tak pernah habis pikir mengapa aku yang diburu?

untungnya aku selalu bisa menghindar, atau kalau ia mencoba memburu aku buru kembali,hingga dia tak berani melihatku. wanita ia tak berani menatapku,tapi ia beringas memburuku. seorang Sabine Moreau dalam duniaku. jelita,cantik,pembawa luka. tapi aku tak mau ia membawa luka bagi hatiku dan hatimu.

yes. I wanna be “man of his word”. Ethan Hunt saja tak akan kalah dengan dengan sabine moreau di dalam filmnya.  Sedang aku tak mau jadi Ethan Hunt, aku lebih mampu dari itu dan pasti si sabine moreau akan aku atasi.

dan benar, sebelum semester ini berakhir. semester dimana dia bisa satu kelas denganku, semster di mana ia semakin leluasa memburuku. dia melancarkan serangan terakhir.  dia datang mendatangi ke ruang bem, alih alih rekaman lagu dengan teman temannya. ia mengambil jarak yang begitu dekat. tapi tetap aku melindungi diri dengan sesuatu. diam dan kesepian.

salah siapa kamu datang terlambat.aku sudah bicara dengan bidadari. jika kamu masih tak berhenti memburu, aku akan tenang saja. sebentar lagi kamu akan hilang sendiri. jangan memaksa.

Matamu lebih maut dari lesat panah, hunjamnya lebih lembut dari nyeri luka nanah. cantikmu adalah pesona, di balik kulitnya penuh jebakan luka.  demi mata yang mengantarkan peluru. kamu bisa membidik semaumu. tapi tidak dengan prinsipku.

besok, adalah waktu dimana dia bisa mengatakan semuanya, mengapa memburu mataku,mengapa lari dari tatapku. mengapa tetap sunyi hingga dia terlambat karena aku sudah pasti akan pergi denganmu. dimulai dari dia yang sejak lama add fb ku,tapi tak pernah aku setujui. aku tak tahu apa besok dengan nomer yang aku beri,dia bisa bicara atau hanya menyimpan rahasia yang tak kan pernah aku baca.

“kuberi kesempatan padanya, tapi hanya bicara. karena besok aku sudah akan pergi denganmu!”

pesan selamat tinggal untuknya esok pagi

:hujan ini akan membawamu. pergi jauh menemui kematian. yang dingin dan basah   -gunawan maryanto-

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: