Oleh: rizky abrian | Februari 2, 2012

mengenal transaksi narkoba

seperti di film film, selalu ada potongan gambar seperti teko mendidih, ayam berkokok, sunrise, hingga meja makan yang terhidang makanan untuk menggambarkan suasana pagi dan rutinitas. seperti itu juga dengan bunyi alarm,potret lidwine anzaska yang cemberut dan gelap kamar dengan ray of light dari sela sela kusen pintu menjadi gambaran setiap hari ketika saya terbangun

hari ini adalah hari yang wajar seperti sebelum sebelumnya dan mungkin hari hari berikutnya pula. meski dalam beberapa kejadian mungkin bertemu dengan hal ganjil yang bisa menjadi ingatan jangka panjang ataupun jangka pendek dalam pikiran saya. seperti hari ini pada beberapa jam setelah saya memulai aktifitas

imajinasi tentang transaksi narkoba yang biasa terdapat dalam film film, dengan gerak gerik yang sangat samar:  dua orang bertemu tanpa bertatap muka di tempat tempat ramai seperti pasar atau jalanan. tiba tiba berpapasan dengan tangan yang sempat bersalaman dalam kurang dari satu detik, yang disamarkan dengan gerak tangan yang pura pura terayun karena berjalan. ya. adegan yang biasa ditemui dalam film film tersebut saya temui secara langsung dan nyata ketika saya berangkat ke kampus tadi.

pada saat itu saya sedang dalam perjalanan menuju kampus, yang saat itu sudah sampai lokasi perumahan elit yang biasa saya lewati karena merupakan rute menuju kampus. dalam beberapa detik sebelum memasuki perumahan tersebut, saya yang saat itu berkendara dengan kecepatan pelan, sambil menlihat pemandangan pagi yang menenangkan, melihat seseorang pengendara,separuh baya, berhenti di samping jalan. tiba tiba didatangi seorang pengendara yang usianya lebih muda, sekitar tiga puluhan. dengan membonceng seorang balita di depan,yang menurut saya adalah alibi bantuan sehingga terlihat tampak wajar.

pengendara kedua itu berhenti dan bertemu dalam posisi tetap berada kendaraannya, dan langsung menyodorkan sesuatu dari saku jaketnya yang kiri. sebuah kantong plastik bening kecil yang biasa digunakan untuk membungkus obat.

momen ini sepertinya sangat sempurna karena pada saat pengendara kedua berhenti saya dengan kecepatan lambat berada sepuluh meter dari mereka,dan pada saat pengendara itu memberikan sebungkus benda yang seperti obat,saya berada tiga meter dari mereka.

saya sedikit tertegun melihat kejadian yang tidak biasa itu, wajah wajah yang tampak normal, dengan gerakan tangan yang tenang tanpa berusaha menoleh ke sekitar untuk memastikan tiada yang melihat kegiatan mereka. semua terlihat jelas di mataku. namun di saat saya yang sedang berkendara secara perlahan asik tertegun melihat mereka, tiba tiba pengendara kedua melihat saya, dekat sekali. saya yang sempat melihat wajahnya tiba tiba terkesiap dan berusaha untuk kembali fokus menyetir, seakan akan tidak terjadi apa apa. namun terlambat. pengendara itu mengetahui, dan langsung menancapkan gas dengan tergesa gesa dan meninggalkan tempat itu secepatnya. saya yang tetap berkendara secara lambat masih tertegun melihat kejadian tadi.

hingga pada akhirnya saya pun teringat pistol yang diserah terimakan oleh orang asing di danau kampus. pada suatu siang yang tenang ketika saya sedang menikmati angin danau dan minuman dingin. dari ujung danau yang tempatnya  sekitar lima belas meter dari tempat saya. ada sebuah mobil yang melaju kencang tiba tiba berhenti mendadak di samping pengendara berjaket hitam kulit yang sudah beberapa menit berhenti di tempat itu. setelah berhenti kaca mobil perlahan terbuka, hanya sedikit,sebatas cukup untuk mengeluarkan tangan. dan ketika sesuatu keluar dari jendela itu, saya melihat sebuat pistol revolver. jelas sekali itu revolver karena ada pemantik dan tempat peluru yang khas.

dengan cepat pistol itu berpindah tangan dan langsung dimasukkan ke dalam jaket si pengendara tadi. saya sempat bertatap mata dengan si pengendara yang rupanya tahu kalau saya sedang mengawasi apa yang mereka lakukan. tapi dengan pandangan mata yang tajam, pengendara itu tetap berlalu dengan kendaraannya.

ini dia,surabaya,yang saya kira kota yang damai dan tenteram, ternyata menyimpan berbagai hal yang berkaitan dengan kriminalitas. kota yang saya kira ramainya sebatas demo di DPRD atau ricuh seputar bonek saja ternyata juga ada beberapa dunia kecil yang nyata seperti mafia mafia di italia dan brazil.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: