Oleh: rizky abrian | Februari 4, 2012

Kenapa Saya Suka Dangdut Koplo

suatu ketika, ketika saya masih SMA, teman teman saya sering bingung melihat saya yang setiap waktu istirahat mengangguk anggukan kepala dengan headset di telinga. semua mengira saya sedang keranjingan lagu rock metal macam metallica.

ketika mereka mencoba menanyakan lagu apa yang didengarkan,kok sampai membuat saya berangguk angguk tidak karuan hingga terlihat seperti orang yang mengalami trance. saya jawab, “dengarkan saja sendiri.

ada yang raut mukanya berubah dari penasaran menjadi kaget,ada yang  ada yang berubah menjadi seperti mual, ada yang tertawa tawa bahkan ada yang sampai beristighfar. tak ada satu raut muka pun yang mirip,atau paling tidak mendekati ekspresi saya saat mendengarkan lagu itu.

apa yang mereka kira tentang lagu dari headset itu adalah lagu berjenis rock metal, dengan beberapa bunyi scream yang melengking, akan terdengar. tapi tidak. ternyata yang terdengar adalah salah satu potongan lagu dengan bunyi tak dung tan dung, dengan akhiran : Jozzz! yang begitu ekspresif.

ya. saya sedang mendengarkan dangdut koplo, kenapa kalian begitu aneh menanggapinya? seakan akan ini bukan lagu dari kaum kalian. lagu yang bisa membuat alergi akut pada telinga kalian.  sehingga wajah kalian begitu aneh,dan keluar bunyi istighfar.

padahal dangdut koplo juga dari lagu dangdut yang sudah di kenal dari dulu. lagu yang populer karena bang haji hingga sekarang, bedanya ada sedikit irama tempo lebih tinggi dengan hentakan kendang yang lebih menendang dan ada backsound unik yang tidak bisa kalian temui di lagu manapun di dunia. hanya di negara kalian.

ada Brodin dengan suara yang khas begitu melayu tapi lugas. ada ratna Antika, ada monata dan pallapa yang garapan kendangnya begitu renyah. ada sera yang asik untuk sedikit nge trance berdangdut, hingga pendatang baru Garuda yang backsound suaranya begitu khas.

semua menganggap, saya tak pantas untuk menyukai lagu macam seperti itu. menurut mereka lagu lagu semacam itu hanya pantas untuk orang orang desa yang suka tawuran atau rendah pendidikannya. atau kalau tidak lagu lagu macam itu hanya kesukaan om om hidung belang yang suka melihat rok penyanyinya dari bawah.

saya yang tidak memilki rahang tegas,kulit legam, atau wajah mesum dianggap tak pantas untuk senang dengan lagu berjenis seperti itu.  mereka melihat saya sebagai manusia yang mengalami penyimpangan selera musik sehingga perlu disembuhkan, atau ada yang sempat berpikir saya terlalu bodoh dalam mengetahui selera musik.

sebenarnya tidak ada kaitan antara semua itu dengan lagu yang saya sukai ini. kalau kalian mengganggap selera saya rendah, atau saya yang mungkin tak tahu lagu. saya juga suka vivaldi four season,pachelbel canon in d major, bossa nova, sedang kalian sendiri saja sudah bangga dengan pengetahuan jazz sebatas maliq and the essential saja.

dangdut koplo begitu asik, dengan irama kendang khas dan backsound yang mirip backsound pada jaranan, namun di jenis ini ada istilah “tak tak Jozz”, untuk menggambarkan betapa tegas dan mantapnya irama kendang dan backsound dalam jenis lagu ini

jenis lagu yang tegas, tak ada keraguan dalam memukul kendangnya, semua dibuat begitu jelas dengan penutup yang tegas : jozz. menunjukkan kalau lagu jenis ini tidak kemay. sehingga saya tetap bersemangat daripada mendengarkan lagu yang tempo lambat dengan isinya minor semua hingga ujung ujungnya teringat cinta monyet dan menangis termencret mencret

lagu dengan hentakan dan beat yang asik seperti dangdut koplo seharusnya tak perlu mengalami paradigma yang seperti ini. apalagi harus di identikkan dengan wanita wanita ber rok pendek atau baju ketat sehingga bentuk dadanya terlihat mencuat. harusnya tidak seperti ini.

hingga saat ini pun saya sering bertemu dengan orang orang yang terkejut mengetahui saya adalah seorang penikmat dan pengagum dangdut koplo. dan ini sepertinya tak akan berhenti selama lagu lagu cengeng tetap mendominasi pasar musik negara kita. sama juga dengan ibu yang selalu melarang saya untuk menyewa Orkes Dangdut manapun untuk perayaan pernikahan saya nanti, entah kapan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: