Oleh: rizky abrian | Februari 11, 2012

just a call

“walaikumsalam” tutupnya dengan nada yang manis.

tut tut tut. . . .

tiba tiba aku meremas remas bantal yang ada di sampingku. sesaat setelah percakapan kami selesai. selain bantal kuremas remas tidak karuan, lalu ganti bantal tadi aku putar putar, lalu aku lempar ke atas , kutangkap, lalu kulempar lagi, kutangkap lagi.

tak puas dengan melakukan itu, badanku yang sekarang berganti menggeliat, mulai kaki punggung dan tangan. seperti cacing yang kepanasan lalu di siram garam. gerakan yang aneh.

salah tingkah sendiri aku ketika membayangkan, gadis bermata lentik, yang menjadi pembicaraan laki laki di kampus, baru saja bercakap cakap dengan ku. sebagai seorang kekasih.

suaranya yang, mungkin terlihat lebay aku mengatakannya :  membuat darah dalam tubuhku berdesir, dalam beberapa menit tadi menguasiku. aku sendiri hanya bisa terdiam sambil mendengar ceritanya, dan terus menjawab ceritanya dengan kata “trus?” sehingga aku tetap bisa mempertahankan dia untuk terus bercerita.

sedari tadi aku juga bertanya tanya pada diriku sendiri. menanyakan perihal tentang keanehan kelakuanku, setelah menerima telepon darinya tadi. apakah karena gadis ini telah memberiku guna guna, atau aku sendiri yang masih terlena, dan terpesona melihat semua keadaan yang begitu membahagiakan ini.

gadis ini, yang membuat semua menjadi seperti ini, dan semua rasa syukur sepertinya harus kuucapkan atas semua keadaan ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: